Potensi Unggulan · Kelurahan Letta · Bantaeng
RUMPUTLAUT
Komoditas unggulan perairan Letta — dari tambak
ke pasar nasional dan ekspor.
Isi Halaman
Tentang · Budidaya · Keunggulan · Pemasaran · Galeri
Lokasi
Perairan Pantai Letta, Kab. Bantaeng
Komoditas
Unggulan

fig. 01 — Perairan Pantai Letta
Rumput laut merupakan komoditas unggulan Kelurahan Letta yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat pesisir. Dengan kualitas air yang jernih, arus laut yang stabil, dan pengalaman turun-temurun, rumput laut dari Letta dikenal memiliki mutu yang baik di pasaran lokal maupun nasional.
Budidaya ini tidak hanya menjadi sumber penghasilan utama, tetapi juga mendukung perekonomian masyarakat dan membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan. Hasil panen dipasarkan ke Makassar hingga ke pasar ekspor.
Jenis rumput laut yang dominan dibudidayakan adalah Kappaphycus alvarezii, dikenal dengan nama lokal Euchema Cottonii. Dengan siklus panen setiap 45–60 hari, komoditas ini memberikan pendapatan yang stabil bagi para petani pesisir Letta.
"Dengan kualitas air yang jernih dan arus yang stabil, perairan Letta adalah lahan terbaik untuk rumput laut."
— Petani Rumput Laut Kelurahan LettaKeunggulan rumput laut Letta terletak pada kondisi alamiahnya — air laut yang bersih, minim polusi, dan didukung arus yang membawa nutrisi alami secara konsisten. Ini menghasilkan produk dengan kadar karagenan tinggi yang disukai industri.
Secara ekonomi, budidaya rumput laut telah menjadi tulang punggung bagi ratusan keluarga pesisir di Kelurahan Letta. Nilai jualnya yang stabil dan permintaan pasar yang tinggi menjadikannya komoditas strategis dalam pengembangan ekonomi lokal.
Tiga Keunggulan Utama
Perairan Jernih
Air laut bersih, minim polusi, kaya nutrisi alami
Kualitas Unggul
Tekstur padat, warna cerah, kadar karagenan tinggi
Nilai Ekonomi Tinggi
Pasar lokal, Makassar, hingga ekspor internasional
Dari Laut
ke Pasar
Metode Budidaya
Petani Letta menggunakan metode long line (tali panjang) yang terbukti efektif di perairan berarus sedang. Bibit diikat pada tali utama dengan jarak teratur, memungkinkan sirkulasi air yang optimal untuk pertumbuhan.
Siklus Panen
Masa tanam hingga panen berkisar antara 45–60 hari. Dalam setahun, petani dapat melakukan 6–8 kali panen, menjadikan rumput laut sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan sepanjang tahun.
Pasca Panen
Setelah dipanen, rumput laut dijemur di bawah sinar matahari selama 3–5 hari hingga kadar airnya berkurang. Produk kering kemudian dijual langsung atau diolah menjadi produk turunan seperti agar-agar, karagenan, dan kerupuk.

45–60
Hari Panen
Siklus panen per musim tanam
6–8×
Per Tahun
Frekuensi panen dalam setahun
100+
Keluarga
Petani rumput laut di Kelurahan Letta
Tahapan Budidaya
01 — Persiapan Bibit
Pemilihan bibit berkualitas, bebas penyakit, dengan berat awal 50–100 gram per ikatan.
02 — Penanaman
Bibit diikat pada tali long line, ditanam di kedalaman 20–50 cm dari permukaan laut.
03 — Pemeliharaan
Pemeriksaan rutin setiap 2–3 hari — membersihkan lumut, memperbaiki tali, dan memantau pertumbuhan.
04 — Panen & Jemur
Panen saat bobot mencapai 300–500 gram, dilanjutkan penjemuran 3–5 hari hingga kering.
Data &
Fakta
Informasi Singkat
| Komoditas | Rumput Laut (Kappaphycus alvarezii) |
| Lokasi Utama | Perairan Pantai Letta, Kab. Bantaeng |
| Musim Panen | Setiap 45–60 hari |
| Jenis Produk | Rumput laut kering, agar-agar, karagenan |
| Pemasaran | Lokal, Makassar, dan ekspor |
| Keunggulan | Kualitas tinggi, ramah lingkungan |
Jaringan Pemasaran
- 01.Pasar lokal Bantaeng dan sekitarnya
- 02.Pengepul dan distributor Makassar
- 03.Industri pengolahan karagenan nasional
Galeri Dokumentasi
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)

Ada Informasi Tambahan?
"Bantu kami melengkapi data komoditas Rumput Laut Kelurahan Letta."